Wattimena Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Polresta Pulau Ambon Dan Tekankan Sinergi Pengamanan Lebaran
- Administrator
- Kamis, 12 Maret 2026 16:23
- 3 Lihat
- PEMERINTAHAN
Ambon, CM – Bodewin M. Wattimena menghadiri apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 yang dilaksanakan di Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease pada Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh pejabat TNI-Polri, pimpinan instansi pemerintah, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, serta para peserta apel. Dalam amanat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang di bacakan Wali Kota Ambon, ia mengajak seluruh peserta apel untuk terlebih dahulu memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesehatan dan kesempatan sehingga dapat mengikuti apel gelar pasukan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

Menurutnya, apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel serta sarana dan prasarana pengamanan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen dan sinergitas lintas sektor dalam menyukseskan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 guna menjamin keamanan, kenyamanan, ketertiban, dan kelancaran perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Ia juga menyinggung situasi global yang saat ini tengah mengalami eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, seperti konflik antara Israel dan Palestina serta ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dunia, termasuk fluktuasi harga minyak yang dapat berdampak pada perekonomian nasional.
“Pemerintah terus melakukan langkah-langkah strategis melalui diplomasi internasional dengan mengedepankan politik luar negeri bebas aktif dan prinsip non-blok untuk meredam eskalasi konflik serta menjaga stabilitas global,” ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah juga terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi nasional, termasuk memastikan ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) serta LPG agar tetap aman bagi masyarakat. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Terkait perayaan Idul Fitri, Wattimena menjelaskan bahwa momentum Lebaran merupakan agenda nasional yang mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran 2026 diperkirakan mencapai jutaan orang di seluruh wilayah Indonesia.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polri bersama TNI dan berbagai stakeholder menggelar Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan sekitar 161.243 personel gabungan. Operasi ini difokuskan pada pengamanan jalur mudik, tempat ibadah, objek wisata, pusat perbelanjaan, serta fasilitas transportasi seperti terminal, pelabuhan, stasiun, dan bandara.
Selain itu, Polri juga menyiapkan ribuan pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu yang akan menjadi pusat informasi serta pelayanan bagi masyarakat selama masa mudik dan arus balik Lebaran.
Dalam amanatnya, Wattimena juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap potensi gangguan keamanan seperti kejahatan konvensional, aksi premanisme, balap liar, hingga konflik antar kelompok. Ia meminta aparat keamanan meningkatkan patroli rutin terutama di titik dan waktu yang rawan.
Selain aspek keamanan, perhatian juga diberikan pada potensi bencana hidrometeorologi mengingat prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menunjukkan kemungkinan hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah Indonesia selama periode mudik Lebaran.
“Seluruh pelaksanaan operasi harus didukung dengan strategi komunikasi publik yang baik, sehingga masyarakat mengetahui informasi layanan kepolisian, rekayasa lalu lintas, serta dapat memanfaatkan layanan darurat 110,” tegasnya.
Di akhir amanatnya, Wattimena menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan Operasi Ketupat 2026, termasuk TNI, Polri, kementerian terkait, BNPB, BMKG, Basarnas, Pertamina, Jasa Raharja, Jasa Marga, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, pemadam kebakaran, pramuka, serta mitra kamtibmas. (CM/99)